HFT (High Frequency Trading): Mengapa Banyak Firma Melarangnya?
Peringatan Keras
99% Firma melarang penggunaan HFT di akun Funded. Jangan tertipu oleh penjual jasa "Joki Lulus Challenge" yang menggunakan bot ini. Anda mungkin lulus tes, tapi akun Anda akan diblokir saat payout.
Anda mungkin pernah melihat video di TikTok: Seseorang lulus challenge prop firm hanya dalam waktu 5 menit menggunakan bot. Profit ribuan dollar dalam sekejap mata.
Itu adalah HFT (High Frequency Trading). Terlihat ajaib, tapi di baliknya ada realita teknis yang membuat firma membencinya.
Apa Itu HFT & Latency Arbitrage?
HFT dalam konteks prop firm ritel biasanya merujuk pada teknik Latency Arbitrage.
Bot HFT memanfaatkan "keterlambatan" harga di server Demo Prop Firm. Bot ini "mengintip" harga pasar yang lebih cepat sepersekian detik dari sumber lain, lalu membuka posisi di server Demo yang harganya "telat". Karena harga pasti akan menyusul, profitnya hampir dijamin (Risk Free).
Mengapa Dilarang Keras?
- Tidak Bisa Dicopy ke Real Market: Prop Firm hidup dari data trader. Jika Anda profit karena "bug" server demo, bukan karena skill, firma tidak bisa menyalin (copy trade) posisi Anda ke pasar riil (A-Book). Slippage di pasar riil akan menghancurkan strategi HFT ini.
- Toxic Flow: Ribuan order dalam satu detik membebani server broker, membuat platform lag untuk trader lain.
- Bukan Skill Trading: Ini dianggap mengeksploitasi kelemahan teknologi, bukan menganalisa pasar.
Firma Khusus HFT (Pengecualian)
Ada segelintir firma (biasanya model B-Book murni) yang mengizinkan HFT HANYA untuk lulus fase evaluasi.
Syaratnya: Setelah lulus dan dapat akun funded, Anda WAJIB trading manual atau menggunakan EA normal. Anda tidak boleh menggunakan HFT lagi. Jika ketahuan, akun diblokir.
Hati-hati, banyak firma HFT ini yang umurnya pendek (Scam) karena model bisnisnya tidak berkelanjutan.
By: Edisikurasi
%20Mengapa%20Banyak%20Firma%20Melarangnya.png)
Posting Komentar