Supply & Demand: Cara Menentukan Zona Entry Presisi Rendah Drawdown
Sebelum ada SMC, ICT, atau istilah-istilah rumit lainnya, sudah ada Supply & Demand (SnD). Ini adalah pondasi dari semua pergerakan harga. Memahami SnD dengan benar bisa menyelamatkan akun Prop Firm Anda dari posisi nyangkut yang berkepanjangan.
Apa Itu Zona Supply & Demand?
Berbeda dengan Support & Resistance yang berupa garis tipis, SnD adalah sebuah ZONA (Area).
- Demand Zone (Zona Beli): Area di bawah harga sekarang di mana sebelumnya terjadi lonjakan harga naik yang kuat. Di sini banyak pembeli "tertinggal" yang ingin masuk lagi.
- Supply Zone (Zona Jual): Area di atas harga sekarang di mana sebelumnya terjadi penurunan harga tajam. Di sini banyak penjual yang siap membanting harga lagi.
Rally-Base-Rally vs Drop-Base-Drop
Untuk Prop Firm, kita mencari zona yang memiliki "Explosive Move". Kita tidak peduli dengan zona yang lemah.
Cari candle besar (Marubozu) yang keluar dari sebuah area konsolidasi kecil (Base). Semakin kuat harga "kabur" dari zona tersebut, semakin kuat zona itu. Artinya, ada institusi yang menaruh uang besar di sana.
Fresh vs Tested: Kunci Winrate
Ini aturan emasnya: Ambil trade hanya di zona yang FRESH (Belum pernah disentuh).
Ibarat dinding kayu. Sekali dipukul (Tested 1x), mungkin masih kuat. Dua kali dipukul, mulai retak. Tiga kali dipukul, pasti jebol.
Di Prop Firm, Anda tidak mau mengambil risiko di zona yang sudah "retak". Carilah zona yang belum pernah dikunjungi harga kembali. Di situlah tumpukan order Limit institusi masih utuh. Sentuhan pertama (First Touch) biasanya memberikan reaksi pantulan (bounce) yang paling kuat dan cepat.
By: Edisikurasi

Posting Komentar